images

MENGENAL SCAFFOLDING SEBAGAI SALAH SATU SOLUSI DARI PERMASALAHAN MENGAJAR DI KELAS

Setiap siswa memiliki karakteristik masing-masing. Antara siswa yang satu dan yang lain pasti mempunyai karakteristik berbeda. Tak bisa dipungkiri dalam suatu kelas kemampuan siswa dalam menerima dan mengelola materi pembelajaran sudah pasti berbeda. Ada siswa yang menguasai materi dengan cepat, ada pula yang mengalami kesulitan dan sering tertinggal dari teman sekelasnya.

Sebagai seorang guru tentu harus memiliki solusi untuk mengatasi situasi seperti ini. Dalam dunia pendidikan, terdapat berbagai metode dan pendekatan dalam mengajar. Jika seorang guru dapat menguasai  berbagai teknik mengajar, maka guru akan dapat mengadaptasi metode terbaik untuk siswanya.

Salah satu metode terbaik yang cocok untuk digunakan di ruang kelas dengan kondisi  di atas adalah metode scaffolding. Apa yang dimaksud dengan metode ini? Mengapa pendekatan ini baik digunakan di kelas dengan tingkat penerimaan materi yang berbeda? Dan apa saja contoh penerapan dunia nyata ini di  kelas? Artikel ini  menjawab pertanyaan-pertanyaan ini.

 

Illustration: Canva.com

Apa itu metode pembelajaran Scaffolding?

Teori scaffolding pertama kali diperkenalkan pada akhir tahun 1950-an oleh  psikolog kognitif, Jerome Bruner, yang  kemudian disebut Teori Bruner terinspirasi oleh pembelajaran berbantuan Lev Vygotsky, seorang psikolog Rusia yang berfokus pada studi perkembangan anak.

Istilah scaffolding terinspirasi dari alat yang biasa digunakan oleh para pekerja konstruksi sebagai bangunan sementara. Alat yang dibongkar digunakan sebagai penopang seseorang dan sebagai bahan bangunan, serta penopang beton untuk bangunan yang tidak dapat menahan beban sepenuhnya.

Scaffolding adalah metode pembelajaran dimana tingkat dukungan guru disesuaikan dengan kemampuan kognitif siswa. Dengan demikian, guru dapat menyesuaikan tingkat pengajaran dalam pelajaran sesuai dengan potensi masing-masing siswa.

Siswa yang mengalami kesulitan mempelajari suatu mata pelajaran menerima lebih banyak bimbingan belajar. Namun, seiring siswa mempelajari materi, guru  mengurangi tingkat dukungan dan siswa menjadi mandiri dalam pembelajarannya.

Secara singkat, pengertian scaffolding adalah rangkaian instruksi atau petunjuk yang diberikan seorang guru kepada siswa pada saat mereka mempelajari suatu pelajaran atau keterampilan. Scaffolding juga merupakan sinonim untuk teknik di mana subjek dibagi menjadi bagian-bagian kecil dan guru memberikan struktur pada setiap bagian.

Ada dua jenis scaffolding dalam penerapannya yaitu scaffolding ke bawah dan scaffolding ke atas. Apa bedanya? Dalam metode Scaffolding Down, guru memberikan bimbingan visual dan verbal kepada siswa yang kesulitan di kelas agar dia dapat menemukan jawaban atau solusi.

Sedangkan metode Scaffolding Up diterapkan pada siswa yang telah menguasai tujuan topik atau pelajaran, sehingga yang terlibat dapat mengembangkan  pemahamannya ke tingkat yang lebih tinggi.

Keuntungan Menerapkan Metode Scaffolding

Mengadopsi metode scaffolding memiliki beberapa keuntungan. Metode ini tidak hanya bermanfaat bagi siswa, tetapi juga dapat memberikan efek positif bagi guru dan lingkungan sekolah. Berikut adalah beberapa manfaat positif menggunakan metode scaffolding di kelas:

  • Menciptakan lingkungan belajar yang suportif dan menerima murid.
  • Murid merasa nyaman dan bebas dalam mengemukakan pertanyaan dan mendukung teman sekelasnya dalam pembelajaran. 
  • Tingkat stres murid berkurang.
  • Murid merasa terlibat dalam pembelajaran dan termotivasi untuk belajar. 
  • Guru yang menggunakan metode mengajar Scaffolding menjadi lebih berperan sebagai mentor maupun fasilitator pembelajaran, ketimbang menjadi sumber pengetahuan utama. 
  • Murid diberikan ruang untuk berperan aktif dalam pembelajaran. 
  • Metode Scaffolding menarik minat siswa untuk terlibat dalam diskusi yang dinamis dan berarti. 
  • Murid dapat memenuhi objektif pembelajaran. 
  • Metode ini dapat menjadi identifikasi awal para siswa yang berbakat.

Mengajar Menggunakan Metode Scaffolding

Secara umum, berikut ini adalah teknik yang digunakan dalam Scaffolding:

Memisahkan materi menjadi beberapa bagian dan menyediakan struktur untuk masing-masing bagian kecil tersebut. Menyarankan dilakukannya belajar bersama melalui diskusi antar siswa. Menggunakan gambar dan alat bantu. Memberikan tips, pengetahuan dan latar belakang sebuah materi.

Secara lebih spesifik lagi, berikut ini adalah sejumlah cara untuk menerapkan Scaffolding saat Anda mengajar:

 

Illustration: Canva.com

1. Tunjukkan dan Beri Penjelasan

Pemodelan merupakan salah satu cara terbaik dalam mengajar karena siswa dapat belajar dari contoh yang diberikan oleh guru. Dengan menunjukkan dan menjelaskan, Anda dapat memecahkan masalah dengan cara memberikan penjelasan kepada siswa tentang langkah-langkahnya.

Jika ingin lebih efisien, Anda bisa berlatih menggunakan fish bowl activity. Bagilah kelas menjadi kelompok-kelompok kecil dan tempatkan mereka dalam lingkaran konsentris. Kemudian pilih kelompok siswa yang telah mempelajari materi tersebut dan tempatkan mereka di tengah lingkaran. Kelompok siswa yang berada di tengah lingkaran kemudian dapat menjelaskan kepada setiap orang bagaimana memecahkan masalah tersebut.

2. Jelaskan dari Apa yang Mereka Alami

Scaffolding dapat dilakukan dengan memberikan penjelasan, dimulai dari apa yang mereka ketahui atau apa yang mereka alami dalam kehidupan sehari-hari. Dengan cara  ini, siswa dapat menghubungkan subjek secara langsung  dengan kehidupannya sendiri.

3. Selalu Beri Waktu untuk Berdiskusi

Berikan waktu kepada siswa untuk menyerap dan membicarakan materi. Tempatkan siswa ke dalam kelompok-kelompok kecil dan kemudian dorong mereka untuk mengungkapkan apa yang mereka pelajari masing-masing.

4. Kupas Kosa Kata Sulit Sebelum Memulai Pembelajaran

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, metode scaffolding dalam pengajaran identik dengan membagi suatu topik menjadi bagian-bagian kecil, dimana guru kemudian membuat struktur untuk setiap bagian tersebut.

Misalnya saat membahas buku atau teks yang sarat dengan istilah kompleks yang jarang digunakan dalam percakapan sehari-hari. Guru terlebih dahulu mengumpulkan konsep-konsep tersebut dan meluangkan waktu untuk menjelaskan arti istilah-istilah tersebut dengan bantuan gambar, dan konteksnya lebih mudah dipahami siswa.

Dengan demikian, ketika mereka membaca buku atau teks, mereka sudah memiliki pengetahuan dasar yang membantu mereka lebih mudah memahami informasi yang terkandung dalam buku atau teks tersebut.

 

Illustration: Canva.com

5. Gunakan Materi Visual

Metode scaffolding menggunakan video interaktif, gambar dan diagram. Penggunaan alat bantu visual juga sangat bermanfaat bagi siswa yang mengalami kesulitan belajar dengan membaca.

Dengan menggunakan alat bantu visual, guru juga dapat menjelaskan dengan lebih baik. Pada saat yang sama, dorong siswa Anda untuk mengilustrasikan konsep mereka. Dengan cara ini Anda dapat memeriksa sejauh mana siswa memahami mata pelajaran yang Anda ajarkan.

 

Demikian artikel ini membahas Metode Scaffolding sebagai salah satu metode dalam mengajar. Semoga bermanfaat dan bisa menjadi referensi guru dalam mengajar dan menciptakan kegiatan belajar mengajar yang aktif dan menyenangkan. (dda)

 

Sumber:

Acerforeducation."Mengenal Scaffolding Sebagai Metode Mengajar Beserta Manfaat dan Contohnya". Diakses pada 16 Februari 2023. https://acerforeducation.id/edukasi/metode-scaffolding/


TAG

Tinggalkan Komentar